Kamis, 20 Oktober 2011

KELEMAHAN HADIST-HADIST TENTANG MENGUSAP MUKA DENGAN TELAPAK TANGAN SESUDAH SELESAI BERDO'A

Kelemahan Hadits-
Hadits Tentang
Mengusap Muka Dengan
Kedua Tangan Sesudah
Selesai Berdo’a
Oleh: Ust. Abdul Hakim
bin Amir Abdat
Pendahuluan .
Sering kita melihat diantara
saudara-saudara kita
apabila telah selesai berdo’a,
kemudian mereka mengusap
muka mereka dengan kedua
telapak tangannya. Mereka
yang mengerjakan demikian itu,
ada
yang sudah mengetahui
dalilnya, tapi mereka tidak
mengetahui derajat dari dalil
tersebut. Apakah sah datang
dari Nabi shallallau ‘alaihi wa
sallam atau tidak .? Ada juga
yang mengerjakan karena
ikut-ikutan (taklid) saja. Oleh
karena itu jika ada orang
bertanya kepada saya (Abdul
Hakim bin Amir Abdat) :
“Adakah dalilnya tentang
mengusap muka dengan kedua
telapak tangan sesudah selesai
berdo’a, dan bagaimana
derajatnya, sah atau tidak
dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam ..? Maka saya
menjawab ; “Bahwa
tentang dalilnya ada
beberapa riwayat
yang sampai kepada
kita, tapi tidak
satupun yang sah
(shahih atau hasan)
datangnya dari Nabi
shallallahu ‘alaihi wa
sallam”. Untuk itu ikutilah
pembahasan saya di bawah ini,
mudah-mudahan banyak
membawa manfa’at bagi
saudara-saudara.
Hadist Pertama
“Artinya : Dari Ibnu Abbas, ia
berkata ;’Telah bersabda
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam : Apabila engkau
meminta (berdo’a) kepada
Allah, maka hendaklah engkau
berdo’a dengan kedua telapak
tanganmu, dan janganlah
engkau berdo’a dengan kedua
punggungnya. Maka apabila
engkau telah selesai berdo’a,
maka usaplah mukamu dengan
kedua telapak tanganmu”.
(Riwayat Ibnu Majah No. 1181
& 3866).Hadits ini derajatnya
sangatlah LEMAH/DLO’IF .
Karena di sanadnya ada orang
(rawi) yang bernama SHALIH
BIN HASSAN AN-
NADLARY . Para ahli hadits
melemahkannya sebagaimana
tersebut dibawah ini.
1. Kata Imam Bukhari : Munkarul
Hadits (orang yang diingkari
hadits/riwayatnya).
2. Kata Imam Abu Hatim :
Munkarul Hadits, Dlo’if.
3. Kata Imam Ahmad bin Hambal :
Tidak ada apa-apanya
(maksudnya : lemah).
4. Kata Imam Nasa’i : Matruk
(orang yang ditinggalkan
haditsnya).
5. Kata Imam Ibnu Ma’in : Dia itu
Dlo’if.
6. Imam Abu Dawud telah pula
melemahkannya.
[Baca : Al-Mizanul ‘Itidal jilid
2 halaman 291, 292). Imam Abu
Dawud juga meriwayatkan dari
jalan Ibnu Abbas, tapi di
sanadnya ada seorang rawi
yang tidak disebut namanya
(dalam istilah ilmu hadits
disebut rawi MUBHAM). sedang
Imam Abu Dawud sendiri telah
berkata : “Hadits inipun telah
diriwayatkan selain dari jalan
ini, dari Muhammad bin Ka’ab
al-Quradziy (tapi) SEMUANYA
LEMAH. Dan ini jalan yang
semisalnya, dan ia (hadits Ibnu
Abbas) juga lemah”. (Baca :
Sunan Abi Dawud No. 1485).
Hadits Kedua
Telah diriwayatkan oleh Saa-ib
bin Yazid dari bapaknya
(Yazid) :“Artinya : Bahwasanya
Nabi shallallahu ‘alaihi wa
sallam, apabila beliau berdo’a
mengangkat kedua tangannya,
(setelah selesai) beliau
mengusap mukanya dengan
kedua (telapak) tanganya”.
(Riwayat : Imam Abu Dawud No.
1492).Sanad hadits inipun
sangat lemah, karena di
sanadnya ada rawi-rawi :
1. IBNU LAHI’AH, seorang rawi
yang lemah.
2. HAFSH BIN HASYIM BIN ‘UTBAH
BIN ABI WAQQASH, rawi yang
tidak diketahui/dikenal (majhul).
[Baca : Mizanul ‘Itidal jilid I
hal. 569].
Hadits Ketiga .
Telah diriwayatkan oleh Umar
bin Khattab, ia
berkata :“Artinya : Adalah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam, apabila mengangkat
kedua tangannya waktu
berdo’a, beliau tidak turunkan
kedua (tangannya) itu
sehingga beliau mengusap
mukanya lebih dahulu dengan
kedua (telapak) tangannya”.
(Riwayat : Imam Tirmidzi).Hadits
ini sangat lemah, karena
disanadnya ada seorang rawi
bernama HAMMAD BIN ISA AL-
JUHANY.
1. Dia ini telah dilemahkan oleh
Imam-imam : Abu Dawud, Abu
Hatim dan Daruquthni.
2. Imam Al-Hakim dan Nasa’i telah
berkata : Ia telah
meriwayatkan dari Ibnu Juraij
dan Ja’far Ash-Shadiq hadits-
hadits palsu.
[Baca : Al-Mizanul ‘Itidal jilid
I hal. 598 dan Tahdzibut-
Tahdzib jilid III hal. 18-19]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah
berkata :“Adapun tentang Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam
mengangkat kedua tangannya
diwaktu berdo’a, maka
sesungguhnya telah datang
padanya hadits-hadits yang
shahih (lagi) banyak
(jumlahnya). Sedangkan
tentang beliau mengusap
mukanya dengan kedua
(telapak) tangannya (sesudah
berdo’a), maka tidak ada
padanya (hadits yang shahih
lagi banyak), kecuali satu-dua
hadits yang tidak dapat
dijadikan hujjah (alasan
tentang bolehnya) dengan
keduanya”. [Baca : Fatawa Ibnu
Taimiyah jilid 22 hal. 519].
Saya (Abdul Hakim bin Amir
Abdat) berkata : Bahwa
perkataan Ibnu Taimiyah
tentang Nabi shallallahu ‘alaihi
wa sallam berdo’a dengan
mengangkat kedua tangannya
telah datang padanya hadits-
hadits yang shahih lagi banyak,
ini memang sudah betul dan
tepat. Bahkan hadits-haditsnya
dapat mencapai derajat
mutawatir karena telah
diriwayatkan oleh sejumlah
sahabat. Dibawah ini saya akan
sebutkan sahabat yang
meriwayatkannya dan Imam
yang mengeluarkan haditsnya.
1. Oleh Abu Humaid (Riwayat
Bukhari & Muslim).
2. Oleh Abdullah bin Amr bin Ash
(Riwayat Bukhari & Muslim).
3. Oleh Anas bin Malik (Riwayat
Bukhari) tentang Nabi berdo’a
diwaktu perang Khaibar
dengan mengangkat kedua
tangannya.
4. Oleh Abu Musa Al-Asy’ari
(Riwayat Bukhari dan lain-lain).
5. Oleh Ibnu Umar (Riwayat
Bukhari).
6. Oleh Aisyah (Riwayat Muslim).
7. Oleh Abu Hurairah (Riwayat
Bukhari).
8. Oleh Sa’ad bin Abi Waqqash
(Riwayat Abu Dawud).
Dan lain-lain lagi shahabat
yang meriwayatkan bahwa Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam,
ada
berdo’a dengan mengangkat
kedua tangannya di berbagai
tempat. Semua riwayat di atas
yaitu : tentang Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam berdo’a
mngangkat ke 2 tangan

TIPS CARA MELATIH OTAK

Kemampuan
daya
ingat
yang
menurun
secara
normal
pada
lansia
disebabkan
oleh proses berpikir menjadi
lamban, kurang menggunakan
strategi memori yang tepat,
dan kesulitan untuk pemusatan
perhatian dan konsentrasi. Ia
juga memerlukan lebih banyak
waktu untuk belajar hal yang
baru, memerlukan lebih banyak
isyarat untuk mengingat
kembali apa yang pernah
diingatnya. Orang yang
mengalami kepikunan yang
tidak normal, ia bisa lupa
makan, lupa nama pasangan,
benda, angka, atau
keterampilan yang pernah
dikuasai. Terkadang, ia pun
lupa dengan aturan-aturan
sosial sehingga kita harus
mengetahui Cara Melatih
Otak yang baik dan benar.
Untuk itu Saya akan
memberikan beberapa Cara
Melatih Otak agar dapat
memperlambat kepikunan.
Intinya, jangan biarkan otak
Anda berhenti bekerja. Berikut
Cara Melatih Otak yang
benar:
1. Selalu belajar, berarti aktifkan
otak Anda. Bangkitkan minat
memakai pikiran dengan cara
misalnya membiasakan membaca
buku-buku
yang bermanfaat,
seperti membaca Al-Qur’an
secara rutin, belajar
matematika, berhitung,
merancang, atau memasak.
2. Ulangi informasi yang baru
untuk disimpan dalam ingatan
3. Melatih memusatkan
perhatian/konsentrasi, misalnya:
dengan
berdzikir, shalat yang
khusuk, yoga, dan lain-lain.
4. Melakukan kegiatan rekreasi.
5. Ikut kegiatan sosial.
6. Konseling ke spesilis saraf,
untuk deteksi dini demensia.
7. Membuat catatan atau
biografi merupakan aktifitas
lansia yang paling baik dan
sangat berharga.
8. Menjaga kesehatan tubuh
dengan pola hidup sehat
seperti makan-makanan sehat,
istirahat/tidur cukup, hindari
rokok dan alkohol.
9. Gerak Latih Otak
(senam otak) dan olahraga lain
sesuai kemampuan.
Demikian Penjelasan saya
tentang Cara Melatih
Otak
www.awandragon.blogspot.com

TIPS BERHENTI MEROKOK . . !!!

Tips Berhenti
merokok

Jadilah orang pertama di
antara teman-teman yang
menyukai ini.
Sebenarnya
banyak para perokok yang
ingin berhenti merokok. Namun
mereka tidak kuasa
melakukannya. Mengingat hal
ini sama sekali bukan hal yang
mudah untuk dilakukan. Tapi
kalau Anda memang sungguh
berniat berhenti merokok, tips
dibawah ini sangat layak untuk
dicoba:
-Cobalah mengevaluasi
kebiasaan merokok Anda.
Apa sebabnya dan kapan Anda
mulai merokok? Apakah anda
merokok misalnya, hanya
setelah makan siang atau
ketika Anda sedang stres?
Pernahkah anda mencoba
untuk berhenti merokok?
Tanyakan pada diri Anda apa
yang menyebabkan Anda gagal
berhenti merokok. Dengan
menjawab pertanyaan-
pertanyaan tersebut akan
membantu Anda mengklarifikasi
apa yang Anda harus lakukan
untuk berhasil berhenti
merokok.
-Buatlah rencana.
Misalnya bicara dengan dokter
Anda tentang strategi berhenti
merokok. Dengan mengulum
permen atau mengisap inhaler,
misalnya bisa membantu Anda
pelan-pelan berhenti merokok.
Dan satu lagi cara, yakni
-melakukan pekerjaan yang
paling Anda sukai. Paling tidak,
dengan aktifitas yang tidak
begitu berat Anda akan lebih
fokus pada pekerjaan sehingga
tak sempat merokok.
-Beritahukan semua orang,
baik teman, rekan kerja,
kerabat dan keluarga Anda
kalau Anda ingin berhenti
merokok. Minta mereka ikut
membantu Anda, misalnya
dengan tidak merokok di
depan Anda.
-Berteman dengan sesama
orang yang pernah merokok.
-Jika memungkinkan,
bergabunglah dengan orang-
orang yang telah berhasil
berhenti merokok terutama
dengan mereka yang sejak
awal telah mendorong Anda
berhenti merokok. Jika ini tidak
mungkin, bertemanlah dengan
perokok lain yang juga sedang
berhenti merokok.
-Pindahkan semua hal yang
berhubungan dengan rokok,
baik cerutu, asbak maupun
korek api. Yang jelas bersihkan
rumah, kantor, mobil dan baju
Anda yang berbau rokok
karena hanya akan
mengingatkan Anda tentang
rokok.
-Hindari situasi/keadaan yang
biasanya membuat Anda ingin
merokok.
-Rencanakan aktivitas yang
tidak bersangkutan dengan
merokok. Misalnya, jika anda
biasanya merokok ketika pergi
ke bar atau restoran, maka
rencanakan pergi ke bioskop
atau ke tempat-tempat lain
yang tidak memungkinkan Anda
merokok.
-Ingatkan selalu diri Anda
mengapa ingin berhenti
merokok.
Hal semacam ini diperlukan
terutama pada saat Anda
merasa butuh rokok untuk
menghilangkan rasa suntuk
atau stres. Dengan mengingat
alasan Anda berhenti paling
tidak akan membantu Anda
sendiri.
sumber: www.awandragon.blogspot.com