Selasa, 01 November 2011

Mencari Ketenangan Hati

Mencari
Ketenangan
Hati
Belakangan ini
mendung selalu
menghampiri puncak
ubun-ubunku.
Mendung dalam
artian hati terasa
kelabu bagaikan
diselimuti awan hitam.
Perasaan galau
datang menghujam
setiap saat. Tiada
lagi kebahagian yang
selama ini diimpikan.
Bahagia adalah
persoalan hati dan
sudut pandang diri.
Seperti apa rasa
bahagia itu? Tak
pernah aku jumpai,
terutama belakangan
ini.
Bukannya aku tidak
mensyukuri nikmat
yang telah aku
terima selama ini.
Bukannya aku
bermaksud untuk
mengeluh. Itu semua
tidak ada dalam
kamus hidupku. Meski
terkadang sifat
mengeluh dan tidak
bersyukur itu
sesekali mengahampiri
diriku. Aku tetap
menanamkan bahwa
tidak ada kata
mengeluh dan tidak
bersyukur.
Sepertinya
kegelisahan yang
terasa akhir-akhir ini
bukan karena dua
hal tersebut.
Nampaknya ada
beban yang tidak
sanggup ditopang
oleh jiwa dan
pikiranku. Masalah
demi masalah datang
silih berganti.
Aku tidak ingin orang
lain terbeban pula
dengan masalah-
masalah yang aku
alami. Aku coba
untuk memendam
sendiri, tanpa ada
keinginan untuk
berbagi. Biarlah aku
sendiri yang
menanggung beban
hidupku ini.
Disamping itu, ada
sebuah kenyataan
yang sangat sulit
aku terima.
Kenyataan yang
sesungguhnya tidak
dapat aku elakan.
Mungkin hidup ini
penuh dengan takdir
yang tidak bisa
diingkari. Semakin
mencoba untuk lari
dari takdir, semakin
pelik menjalani
kehidupan ini.
Sebagian orang
mersepon takdir
dengan prinsip hidup
seperti air mengalir.
Sebagian lagi tidak
terima begitu saja,
sebab ada komponen
yang dapat
menentukan, yakni
akal. Melalui akal
hidup dijalani dengan
logika. Berbanding
terbalik dengan
prinsip kepasrahan
yang menerima apa
adanya.
Mungkinkah aku saat
ini berada diantara
dua kelompok
tersebut. Disatu sisi
aku mencoba untuk
berdamai dengan
takdir. Disisi lain ada
dorongan untuk
memutarbalikan
takdir, walau itu
terlihat mustahil.
Pikiran mulai tak
sanggup lagi melawan
kenyataan yang
terjadi. Jiwa semakin
terombang ambing
tak tahu arah.
Ohhh.. Tuhan Yang
Maha Esa, berilah
ketenangan pada
hatiku ini…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar